BERITAMEDAN - Seorang balita berusia 4 tahun, warga Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe, Deliserdang, tewas dibunuh calon bapak tirinya, Kamis (21/11/2019) kemarin.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, kasus pembunuhan itu diketahui sehabis pihaknya menerima laporan berasal dari tempat tinggal sakit, Kamis (21/11/2019), sekira pukul 13.40 WIB.
Pihak Rumah Sakit Kasih Insani Delitua yang sempat menangani sang bocah, melaporkan adanya dugaan pembunuhan ke Polsek Namorambe sekira pukul 15.00 WIB.
Pihak tempat tinggal sakit menjadi sangsi sebab korban meninggal dunia bersama dengan sejumlah luka memar pada anggota pipi kanan dan kiri serta lehernya. Mendapat Info itu, Kapolsek Namorambe, AKP Binsar Naibaho dan anggotanya pun datang ke tempat tinggal sakit.
“Setelah cek ke tempat tinggal sakit, lanjut cek Tempat Kejadian Perkara di Kios Pangkas Rapi, Dusun II Desa Ujung Labuhan. Tersangka ini sebetulnya bekerja sebagai tukang pangkas,” tahu Rafles, Jum’at (22/11/2019) pagi.
Polisi langsung melaksanakan penyelidikan bersama dengan meminta info berasal dari sebagian saksi, juga ibu korban, Dorlida Simamora (35) yang mengaku bahwa pada saat kejadian itu, anaknya ditinggal bersama dengan sang kekaasih Alisaba Nazara di kios pangkas yang sekaligus kediaman mereka sepanjang 2 pekan terakhir.
“Pada saat pukul 11.00 WIB ibunya ini sempat pergi untuk bekerja sebagai tukang seterika pakaian. Ketika ditinggalkannya anaknya ini masih didalam keadaan sehat.
Baru sekira pukul 13.30 WIB dia lagi pulang,” kata Rafles. Menurut Dorlida, yang sudah berpisah bersama dengan suaminya Ansarih Saragih sepanjang kurang lebih satu tahun belakangan, tinggal bersama dengan Alisaba Nazara, yang rencananya akan menikahi dirinya didalam saat dekat.
Sepulang berasal dari menyeterika pakaian, Dorlida sempat menanyakan keberadaan anaknya. Pada saat itu Alisaba menyebutkan bahwa sang bocah tidur di kamar sehabis dimandikan. Ketika Dorlida lihat ke kamar, putranya itu itu sebetulnya didalam keadaan berbaring.
“Lalu ibunya ini membangunkan korban, tapi tidak kunjung bangun dan tidak bergerak. Dilihatnya, sebetulnya tersedia luka memar di pipi dan leher korban,” beber Rafles. Dorlida lantas menanyakan keadaan anaknya itu kepada sang kekasih dan mengajak Alisaba mempunyai Aliando ke tempat tinggal sakit.
Saat itulah Alisaba menyebutkan bahwa Aliando sudah meninggal dunia. “Tapi ibu korban ini selamanya memaksa untuk mempunyai anaknya ke tempat tinggal sakit,” ungkap Rafles. Selanjutnya, berdasarkan info Dorlida, polisi lantas mengamankan Nazara (41).
Pria yang beralamat di Jalan Luku I Gang Kali Nomor 10 Lingkungan VII, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor itu saat ini sudah ditahan di Mapolsek Namorambe.
“Hasil otopsi, penyebab kematian dicekik atau dibekap. Setelah kami interogasi panjang lebih kurang 6 jam, tersangka selanjutnya mengaku,” bilang Rafles. Lebih lanjut dijelaskannya, Alisaba dianggap punyai masalah jiawa. “Dia cemburu mirip korban (Aliando).
Katanya, ibu mirip anak tersedia main kayak suami istri. Jadi biar mamaknya enggak rusak, dibunuhlah anak itu. Sudah nyaris setahun ini ibu korban dan tersangka pacaran dan mereka senang menikah. Tersangka ini cemburu enggak tahu mirip si anak,” pungkas Rafles.
POKER | CAPSA SUSUN | GAME ADU-Q | BANDAR-Q | BANDAR POKER | SAKONG ONLINE | DOMINO









No comments:
Post a Comment